Studi Tiru dari Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur

BPKAD, Praya.  Berdasarkan surat Nomor 500/7063/402.201/2018 perihal Studi tiru Kabupaten Ngawi, pada tanggal 23 November 2018 bertempat di Ruang Tastura III, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lombok Tengah yang dipimpin oleh Kepala Badan Ibu Bq. Aluh Windayu W,SE. MM menerima rombongan Badan Keuangan Daerah Kabupaten Ngawi yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pajak Daerah Bapak Eko Yudo Nurcahyo beserta rombongan seusai acara rutin senam pagi yang dilaksanakan di Lapangan Bencingah.

Semangat dan antusiasme BKD Kabupaten Ngawi disambut oleh segenap pejabat BPKAD Kab.Lombok Tengah untuk diharapkan dapat menyajikan serta menyampaikan informasi-informasi serta menjawab pertanyaan yang sebagian besar berkaitan dengan Pengelolaan Barang Milik Daerah. Dalam acara tersebut didapatkan secara Luas Geografi dan Jumlah Penduduk Kabupaten Ngawi hampir sama dengan Kabupaten Lombok Tengah sehingga hal ini dapat merujuk ke beberapa permasalahan yang mungkin sama dihadapi.

Dalam sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Sekertaris Badan Pengelola Keuangan Daerah, bapak Bowo Soesatyo dilontarkan pertanyaan dan tanggapan yang berlangsung secara interaktif, sebagai OPD yang baru terbentuk pada tahun 2017, bapak Bowo Soesatyo juga mengajukan beberapa pertanyaan sebagai informasi banding kepada rombongan BKD Ngawi. Sesi tanya jawab berlangsung 30 menit dan diakhiri dengan mempersilahkan apabila ada informasi-informasi yang dibutuhkan setelah acara, BKD Kab.Ngawi tetap bisa berkomunikasi menggunakan Jalur Komunikasi Digital sehingga silaturahmi antar Kabupaten dapat tetap terjalin bersama, sebelum mengakhiri sesi studi tiru ini ibu Bq. Aluh Windayu merekomendasikan beberapa hotel yang bisa diinapi di kawasan Kabupaten Lombok Tengah yang sudah bertaraf internasional terlebih dengan beroperasinya KEK Mandalika sehingga dapat menunjang Penerimaan PAD Kabupaten Lombok Tengah.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata khas Kabupaten Lombok Tengah berupa miniatur lumbung yang merupakan bangunan khas di pulau Lombok. Semoga studi ini berguna bagi semua pihak yang terlibat dan dapat membawa kebaikan bersama dalam Proses Pengelolaan Keuangan Daerah yang lebih transparan, profesional dan akuntabel. (ikj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *